Kenapa Kamu Ngotot Trading?

Egan Janitra, 29 Jun 2025

Dalam hidup ini, secara garis besar, manusia melewati dua fase: survival dan leissure. Survival adalah fase di mana kamu masih sibuk memenuhi kebutuhan dasar. Gaji pas-pasan, tagihan datang terus, makan seadanya, dan kadang harus pilih antara beli pulsa atau isi bensin. Di tahap ini, semua energi difokuskan untuk bertahan. Hidup belum memberi banyak ruang untuk pilihan, apalagi kemewahan.

Setelah itu, barulah orang-orang mulai melangkah ke fase leissure. Ketika keuangan sudah lebih stabil, ketika kebutuhan dasar sudah aman, kamu mulai memikirkan kenyamanan. Upgrade gaya hidup, beli barang yang dulu cuma bisa dilihat di etalase, liburan, makan enak, bahkan ikut kelas hobi atau sekadar memanjakan diri setelah penat kerja. Leissure adalah bentuk apresiasi terhadap kerja keras yang telah kamu lakukan di tahap sebelumnya.

Masalahnya, banyak karyawan zaman sekarang belum benar-benar lulus dari fase survival, tapi sudah nekat melompat ke leissure. Salah satu jalan pintas yang sering dipilih adalah masuk ke dunia trading—entah itu saham, forex, atau crypto. Motivasinya jelas: ingin cepat kaya. Sayangnya, banyak yang masuk bukan karena paham, tapi karena tergiur cerita sukses orang lain, ikut-ikutan grup sinyal, dan percaya bahwa membaca grafik selama dua minggu cukup untuk menaklukkan market.

Padahal kenyataan di lapangan sangat berbeda. Mayoritas trader retail justru kehilangan uang. Hanya sebagian kecil yang berhasil, itupun karena pengalaman panjang, manajemen risiko yang ketat, dan pemahaman mendalam. Sisanya? Gagal. Uang habis, mental down, dan ironisnya, harus kembali ke titik awal. Harus kerja ekstra lagi, mengencangkan ikat pinggang lagi, bahkan terjerat utang. Fase leissure gagal, survival pun harus diulang—kadang dari posisi yang lebih buruk.



Lucunya, di tengah probabilitas keberhasilan trading yang sangat kecil, kamu justru menaruh harapan besar di situ. Padahal masih banyak hal lain yang punya potensi lebih besar untuk membawa kamu naik kelas secara berkelanjutan. Mengembangkan diri, belajar skill baru, memperluas jaringan, membangun usaha kecil, atau merintis karier ke arah yang lebih jelas. Semua itu memang tidak menghasilkan uang secara instan, tapi jauh lebih realistis dan berdampak jangka panjang.

Kamu tidak salah ingin hidup nyaman. Tapi melompat ke zona leissure tanpa fondasi survival yang kokoh, hanya akan membuatmu jatuh. Dan saat kamu jatuh, kamu tidak hanya kehilangan uang, tapi juga kehilangan waktu, semangat, bahkan rasa percaya diri.

Jadi sebelum tergoda shortcut menuju kaya, pastikan dulu bahwa kamu benar-benar sudah siap. Karena kalau belum, kamu bukan sedang mempercepat kemajuan hidupmu—kamu sedang mempercepat kehancurannya.

Bagikan