Bagikan

Ingin Menjadi Karyawan yang Sukses dan Meraih Segala Impian? Simak Tipsnya!

Egan Janitra, 11 Jan 2021

Setiap insan pasti memiliki berbagai tujuan hidup / impian yang ingin diwujudkan dalam hidupnya, tentunya hal tersebut pasti akan sangat bervariasi antara satu insan dengan insan lainnya. Sebut saja untuk mendirikan rumah ibadah, menyantuni anak yatim piatu, atau untuk melanjutkan pendidikan, menyekolahkan anak ke sekolah favorit, mengajak keluarga liburan ke luar negeri, membawa orang tua pergi haji, membeli rumah dan mobil idaman, dan masih banyak lagi. Impian yang beragam tersebut tentu akan menjadi motivasi bagi setiap insan yang tergambar pada semangatnya dalam beraktivitas setiap harinya. Berbagai jalan tentu akan ditempuh untuk menggapainya.

Sebuah aktivitas ekonomi yang produktif atau pekerjaan yang ideal ternyata menjadi kendaraan yang hampir pasti dilakukan oleh setiap insan di seluruh dunia. Sebagian ada yang mendirikan usaha sebagai self employed, sebagian lagi yang sudah lebih mapan pun menjadi employer yang berusaha mewujudkan impiannya dan impian para karyawan di bawah naungannya. Bahkan, porsi yang paling besar yang paling banyak dilakukan oleh insan di seluruh dunia adalah menjadi pegawai atau karyawan di sebuah perusahaan. Uniknya, menjadi pegawai sering dipandang sebelah mata dan dianggap akan sangat sulit untuk meraih segala yang menjadi cita-cita dan impiannya. Faktanya apakah memang demikan kah?

Tim Epployee telah melakukan riset terkait hal ini, dan tenyata sangatlah mungkin seorang pegawai atau karyawan untuk menjadi insan yang sukses dan memiliki karir cemerlang yang dapat mendukung untuk mencapai segala cita-citanya. Bahkan tidak sedikit contoh karyawan yang terbilang sangat sukses di sekitar kita. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan dan karir seorang karyawan yang telah tim Epployee rangkum diantaranya adalah:


1. Attidude

Attitude adalah sikap dan perilaku yang seorang karyawan tunjukan dalam aktivitas kesehariannya. Cara berbicara, bertindak, memperlakukan orang lain, semua itu adalah cerminan dari apa yang karyawan tersebut pikirkan. Suatu attititude yang buruk ataupun baik ternyata sulit untuk ditutupi dalam waktu yang lama, karena ia adalah perwujudan dari pikiran alami setiap orang.

Berbagai masalah seperti lambatnya promosi karyawan, mutasi, pengurangan gaji / insentif, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi justru dapat disebabkan oleh perilaku buruk, seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan memiliki hubungan interpersonal dan komunikasi yang buruk.

Seorang karyawan yang ideal harus dapat bersikap jujur, professional, dan patuh pada seluruh ketentuan perusahaan serta menunjukkan dedikasi serta mengimplementasikan nilai-nilai perusahaan dengan sangat baik yang tentu harus jauh berada di atas rata-rata orang kebanyakan lakukan. Good leaders come from good followers!



2. Professional



Profesionalisme kerja dapat diartikan sebagai suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan menurut bidang dan tingkatan masing-masing.

Seorang karyawan yang ingin sukses dan menonjol, bahkan tidak saja harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diamanatkan padanya, tapi juga menguasai bidang yang berkaitan erat dengan kemampuan utamanya. Sebut saja seorang staf SDM (Sumber Daya Manusia) yang sudah ahli dalam bidang hal remunerasi dan kompensasi pegawai tetap dituntut harus terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya di bidang seperti manajemen pelatihan pegawai, psikologi pegawai, serikat pekerja, rekrutmen dan beberapa bidang lainnya yang erat kaitannya dengan Divisi SDM.


3. Lampaui Ekspektasi

Setiap karyawan berhak mendapatkan gaji dan berbagai fasilitas yang diberikan oleh kantor. Setiap karyawan juga memiliki kewajiban untuk mengerjakan setiap tugas atau amanat yang telah diberikan guna berkontribusi membantu perusahaan untuk terus bertumbuh.

Meskipun demikian, seorang karyawan yang mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik itu tidaklah cukup. Jika ia ingin mendapatkan hal lebih besar lagi dari sekedar gaji dan fasilitas, yaitu karir yang lebih baik, apresiasi, bonus, hingga promosi, tentu saja karyawan tersebut harus bekerja melampaui ekpektasi yang diharapkan perusahaan padanya.

Singkatnya, secara umum dapat dikatakan bahwa seorang karyawan harus selalu memberikan setidaknya 110% dari 100% kinerja / target yang diharapkan perusahaan. Hal tersebut dapat dengan mudah tergambar pada evaluasi atau penilaian karyawan secara kuartalan atau tahunan yang diwujudkan dalam suatu lembar KPI atau Key Performance Indicator. Oleh karena itu, penting bagi karyawan dan perusahaan untuk memperhatikan KPI dan performance indicator yang relevan, agar karyawan dan perusahaan dapat berlari melamapui targat yang ada.

Setiap karyawan pasti menjadikan perusahaan tempatnya bekerja dapat menjadi kendaraan terbaik yang mengantarkannya pada kesuksesan. Begitupun perusahaan yang baik akan memberikan ruang untuk karyawannya agar dapat terus tumbuh dan meraih kesuksesan seiring dengan pengabdiannya dalam meningkatkan kinerja perusahaan.