Banyak pelaku usaha dan karyawan yang masih salah paham ketika mendengar istilah PPh Final. Tidak sedikit yang mengira kata “final” berarti tarif pajaknya tidak akan pernah berubah. Padahal, dalam dunia perpajakan, pengertian “final” sama sekali tidak ada hubungannya dengan tarif yang permanen.
PPh Final adalah pajak yang sudah selesai pada saat dipotong atau dibayar, sehingga tidak perlu dihitung ulang di SPT Tahunan. Artinya, kewajiban pajak atas penghasilan tersebut sudah tuntas di titik pemungutan. Namun, tarifnya tetap bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah.
____________________________
Pengertian PPh Final
Arti kata “final” dalam perpajakan
Final dalam konteks perpajakan artinya kewajiban pajak sudah selesai saat pembayaran atau pemotongan dilakukan. Tidak ada kewajiban untuk menggabungkannya dengan penghasilan lain dalam SPT Tahunan. Tetapi, final tidak berarti tarifnya tidak akan pernah berubah.
Contoh penerapan PPh Final
Contohnya dapat dilihat pada PPh Final UMKM yang saat ini tarifnya 0,5 persen dari omzet bulanan sesuai PP 55 Tahun 2022. Sebelumnya, tarif ini pernah berada di angka satu persen berdasarkan PP 46 Tahun 2013, lalu turun menjadi 0,5 persen pada PP 23 Tahun 2018. Perubahan ini menunjukkan bahwa kata “final” hanya menjelaskan cara pemungutan pajak, bukan jaminan tarif permanen.
Pengertian PPh Non Final
Bagaimana PPh Non Final bekerja
PPh Non Final adalah pajak yang sifatnya sementara atau angsuran. Pajak ini tetap harus dihitung ulang di akhir tahun saat menyusun SPT Tahunan. Jumlah yang dibayar selama tahun berjalan belum menutup kewajiban pajak sepenuhnya.
Contoh penerapan PPh Non Final
PPh Pasal 21 karyawan, PPh Pasal 23 untuk jasa, dan PPh Pasal 25 sebagai angsuran pajak adalah contoh pajak non final. Semuanya masih memerlukan perhitungan ulang pada akhir tahun untuk menentukan jumlah pajak terutang yang sesungguhnya.
Perbedaan PPh Final dan Non Final dalam Praktik
Penjelasan perbedaan secara sederhana
Perbedaan mendasar antara PPh Final dan Non Final terletak pada proses penyelesaian kewajiban. PPh Final langsung tuntas begitu dibayar, sedangkan PPh Non Final baru selesai setelah perhitungan akhir tahun.
Ilustrasi analogi yang mudah dipahami
Bayangkan sedang makan di restoran. PPh Final seperti Anda memesan menu paket lengkap dan langsung membayar di kasir, urusan selesai di tempat. PPh Non Final seperti makan prasmanan di mana Anda membayar uang muka, lalu di akhir baru dihitung totalnya. Bisa saja jumlah akhirnya lebih besar atau malah lebih kecil dari deposit yang sudah dibayarkan.
PPh21 Termasuk Pajak Non Final
Kenapa perhitungan PPh21 sering bermasalah
Bagi perusahaan, PPh Pasal 21 karyawan adalah salah satu pajak yang paling sering ditemui dan sering kali menimbulkan kerumitan. Setiap bulan perhitungannya hanya bersifat sementara, lalu di akhir tahun perusahaan wajib menghitung ulang berdasarkan total penghasilan setahun penuh. Jika ada kelebihan potong, harus dikembalikan. Jika ada kekurangan, harus dibayar.
Risiko kesalahan perhitungan PPh21
Masalah muncul ketika data karyawan tidak lengkap atau sering berubah. Kesalahan dalam penerapan PTKP, perhitungan tunjangan, bonus, atau THR yang tidak tepat, serta kelalaian memperbarui aturan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak bisa menyebabkan laporan pajak tidak akurat dan berpotensi menimbulkan denda.
Solusi Perhitungan PPh21 Lebih Mudah
Keunggulan aplikasi Epployee
Untuk menghindari risiko kesalahan, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi yang secara otomatis memperbarui aturan pajak dan menghitung PPh21 secara akurat. Epployee adalah salah satu aplikasi HRIS yang sudah terintegrasi perhitungan PPh21 otomatis sesuai regulasi terbaru.
Manfaat bagi HR dan perusahaan
Dengan Epployee, perhitungan PPh21 dilakukan secara otomatis setiap bulan, data karyawan tersimpan rapi, dan laporan SPT Masa PPh21 bisa diunduh dalam format siap lapor. Tim HR dan payroll tidak lagi pusing memeriksa ulang perhitungan, sehingga dapat fokus pada hal-hal yang lebih strategis.
Kesimpulan
Memahami perbedaan PPh Final dan Non Final bukan hanya soal teori perpajakan, tetapi juga berdampak pada strategi bisnis dan kepatuhan perusahaan. Final berarti kewajiban pajak selesai saat dibayar, sedangkan non final berarti masih ada perhitungan akhir tahun. PPh21 karyawan termasuk pajak non final yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam perhitungannya. Dengan dukungan aplikasi seperti Epployee, proses ini bisa dilakukan lebih cepat, akurat, dan bebas stres.